Rabu, 22 Juni 2016

Memutuskan Bahagia

Malam ini lagi pengen banget ngunjungin blog dan nulis. Hati ku lagi gelisah, udah curhat ke Allah sih tapi pengen juga lah nulis.
Hidup ini memang kadang sangat lucu ya, saking lucunya kita sampai kehabisan tenaga untuk sekedar tersenyum.
Hal simpel seperti tawa dan senyum kadang bisa jadi sangat mahal dan sangat susah dilakukan.
Hari ini aku terinspirasi oleh kisah seorang temn yaang curhat tentang masalahnya. Dari A sampai balik A lagi, dan aku berhasil tak ngantuk dan bosan. Malah aku menertawakan hidupku yang lucu ini.
Dia cerita mulai dari si A, jatuh cinta sama si B, ada yang kemudian mencintai dia, dll. Aku bersyukur karena dari dia aku dapat ide nulis novel, dan alhamdulillah lancar jaya, padahal deadline tinggal 8 hari lagi untuk dikirim.
Dia cerita sambil nangis, sesekali tersenyum getir dan ketawa gak kalah sedihnya.
Masalah kadang sangat ingin kita ketawakan, walau hati menangis.
Aku dan dia akhirnya sama sama menangis, tersedu dan kami memutuskan untuk berhenti meratap, mulai menata hati, menata diri dan membulatkan tekat bahwa kami wanita kuat, wanita yang tegar, wanita yang tak mudah menyerah. Kami ingin bahagia, dan kami sendirilah yang memutuskan itu.
Semalam hampir tak bisa terlelalap, kami sama sama memikirkan nasib, dan kemudian berdoa dengan doa yang sama.
Hidup hanyalah sebuah fase yang harus dilewati oleh semua makhluk sebelum pada akhirnya mati dan bangkit lagi.
Kami memutuskan untuk menjalani hidup ini dengan bahagia, persetan dengan apapun kata orang.
Karena mereka sejatinya hanya bisa berkata teoritis tanpa tau arti harfiahnya.
Temanku bilang 'sakit hati hanya sekelumit cara Tuhan memanjakan kita. Karena dengan sakit ini kita bisa tau oh ternyata ada Tuhan yang bisa kita mintai pertolongan.'
Iya, dan aku menambahi 'Tuhan hanya mau lihat kita bahagia, gak lain gak bukan. Tuhan hanya ingin kita sadar bahwa hidup ini ini dirancang olehNya untuk dinikmati dalam bahagia, bukan derita.'
Maka mulai detik itu, kami memutuskan untuk bahagia.... Dengan atau tanpa cinta.
Percaya saja, Allah akan mengganti setiap airmata kita dengan senyuman. Yakin saja, Allah akan mengganti sakit hati kita dengan kebahagiaan.
Everything happens with the reason, kan?
So, mulai bahagia, dari detik ini, dari sekarang dan selamanya.
Selamat tinggal derita... Selamat datang bahagia....😃😃

Tidak ada komentar:

Posting Komentar